![]() |
| Suasana kajian bersama gus munib Ashari |
Ansorkalitidu.com Rabu, 5 Agustus 2026 — Masjid Baiturrahman, Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro Semangat dakwah, ukhuwah, dan pergerakan pemuda Nahdlatul Ulama terus membara di tanah Kalitidu. Rabu malam, tanggal 5 Agustus 2026, Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalitidu kembali menggelar kegiatan rutinnya yang tak pernah putus sejak awal dijalankan. Kali ini, berkah dan semangat berkumpul di Masjid Baiturrahman, Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan dan kehangatan ini bukan sekadar pertemuan rutin biasa, melainkan bukti nyata komitmen seluruh elemen GP Ansor Kalitidu untuk terus menjaga kelangsungan dakwah, mempererat tali persaudaraan, sekaligus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah, yaitu ranting.
Para jamaah dan pengurus mulai berdatangan ke Masjid Baiturrahman. Suasana terasa hangat dengan sapaan akrab, salaman, dan tawa persahabatan yang terjalin antar sesama anggota Ansor yang datang dari berbagai penjuru desa di wilayah Kalitidu. Kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala ini memang telah menjadi tradisi yang hidup, di mana setiap pertemuan selalu diisi dengan dzikir, sholawat, pengajian kitab, serta tukar pikiran untuk memajukan organisasi dan memperkokoh ukhuwah islamiyah.
Acara resmi dimulai tepat setelah shalat isya' berjamaah, diawali dengan pembacaan Ratibul Hadad yang dilantunkan dengan penuh keikhlasan dan merdu oleh Sahabat Kusyeri. Lantunan ayat-ayat suci dan doa dalam Ratibul Hadad tersebut seketika menyelimuti seluruh ruangan masjid dengan suasana yang tenang, damai, dan penuh berkah. Pembukaan ini menjadi landasan spiritual yang kuat sebelum memasuki rangkaian acara selanjutnya, membuka hati dan pikiran seluruh hadirin untuk menerima ilmu,
Setelah pembukaan yang penuh berkah tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta momen penting pembentukan dan peresmian Ranting GP Ansor Desa Mayanggeneng. Kehadiran GP Ansor di Desa Mayanggeneng ini disambut sangat antusias dan penuh dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Mayanggeneng, Kyai Muhammad Munir, memberikan sambutan sekaligus doa restu atas terbentuknya Ranting GP Ansor di desanya.
“Semoga kehadiran GP Ansor di Desa Mayanggeneng ini bisa menjadi magnet semangat pergerakan pemuda di desa ini. Kehadiran kalian diharapkan mampu membangkitkan semangat pemuda untuk beribadah, berbakti kepada masyarakat, dan menjaga nilai-nilai luhur yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu. Semoga setiap langkah yang diambil selalu dalam lindungan Allah SWT, menjadi berkah bagi warga Mayanggeneng, dan menjadi pelita yang menerangi jalan kebaikan bagi generasi muda ke depannya,” ujar Kyai Muhammad Munir dengan nada tulus dan penuh harap,
Pembentukan Ranting GP Ansor Mayanggeneng ini juga melahirkan kepemimpinan baru. Secara aklamasi dan penuh kepercayaan, Sahabat Muhamad Tohir terpilih menjadi Ketua Ranting GP Ansor Mayanggeneng yang baru untuk masa bakti yang akan datang. Dalam sambutan pertamanya setelah dilantik, Muhamad Tohir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Ia pun dengan rendah hati memohon bimbingan, arahan, serta dukungan sepenuhnya dari seluruh jajaran PAC GP Ansor Kalitidu, para sesepuh NU, para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh sahabat dan anggota Ansor PAC GP ANSOR Kalitidu
“Saya sadar sepenuhnya bahwa amanah yang dipikul ini tidaklah ringan. Oleh karena itu, saya memohon bimbingan dan dukungan dari semuanya — dari sahabat-sahabat PAC Kalitidu, dari para ulama, dari tokoh masyarakat, dan dari seluruh pemuda Mayanggeneng. Tanpa dukungan dan doa kalian, saya tidak akan mampu menjalankan tugas ini dengan baik. Mari kita bergandengan tangan, bersatu hati, bekerja sama membangun GP Ansor Mayanggeneng menjadi organisasi yang bermanfaat, dicintai masyarakat, dan taat pada ajaran agama,” ungkap Muhamad Tohir dengan penuh kerendahan hati dan semangat yang membara.
Tak hanya dari kalangan organisasi keagamaan, pemerintah Desa Mayanggeneng pun turut memberikan dukungan penuh atas terbentuknya Ranting GP Ansor di wilayahnya. Kepala Desa Mayanggeneng hadir langsung di tengah-tengah acara dan menyampaikan sambutan yang sangat mengapresiasi langkah para pemuda. “Selaku Pemerintah Desa Mayanggeneng, saya turut berbahagia dan bangga sekali pada malam ini sudah ada yang berani muncul, tampil ke depan, dan mau menjadi penggerak pemuda Ansor di desa kita tercinta ini. Inilah yang kita butuhkan — pemuda yang berani, yang peduli, yang mau berkarya untuk agama dan masyarakat. Pemerintah Desa selalu mendukung setiap kegiatan kepemudaan yang bernilai positif, yang membangun akhlak, karakter, dan persatuan warga. Silakan berkarya, bergerak, dan berbakti; kami dari pemerintah desa siap mendukung sejauh yang kami mampu,” tegas Kepala Desa Mayanggeneng, yang disambut rasa syukur dan gembira oleh seluruh hadirin.
Acara inti yang paling dinanti-nantikan pun akhirnya tiba, yaitu pengajian dan kajian kitab yang menjadi agenda utama rutinan Rijalul Ansor malam itu. Kajian dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor, Gus H. Munib Ashari, yang mengupas isi Kitab Sulamut Taufiq. Serta mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal perbuatan dan pergerakan organisasi.
“Jadilah pemuda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga pandai beramal dan menjaga akhlak. Jadilah pemuda yang menjadi teladan di tengah masyarakat, yang kehadirannya membawa kedamaian dan kebaikan. Rijalul Ansor — para pemuda laki-laki yang siap menjadi benteng agama, pendakwah yang rendah hati, dan pelayan masyarakat yang tulus. Semoga kajian Sulamut Taufiq ini menjadi panduan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah organisasi,” pesan Gus H. Munib Ashari yang meresap ke dalam hati setiap jamaah yang hadir.
Kegiatan malam itu juga dihadiri oleh berbagai elemen, tidak hanya dari para pengurus dan anggota ranting se-PAC Kalitidu, tetapi juga dihadiri oleh para mahasiswa dari Universitas Islam Sunan Drajat (UNISDA) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI). Kehadiran para mahasiswa ini menjadi hal yang sangat membanggakan dan menambah semangat tersendiri. Ini membuktikan bahwa gerakan GP Ansor, khususnya Rijalul Ansor, mampu merangkul pemuda dari berbagai kalangan, termasuk kaum terpelajar, dan tetap relevan di tengah pergantian zaman. Semangat para mahasiswa yang hadir menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan, ukhuwah, dan pengabdian yang dibawa oleh Ansor tetap hidup, disukai, dan dijaga oleh generasi muda masa kini.
Sepanjang acara, suasana terasa sangat akrab, kekeluargaan terjalin erat, dan tidak ada jarak antar sesama peserta — semua bersatu dalam satu tujuan: beribadah, menuntut ilmu, dan memperkuat persaudaraan. Kegiatan rutin seperti inilah yang menjadi pondasi kokoh bagi keberlangsungan organisasi di tingkat akar rumput. Dengan rutin berkumpul, mengaji bersama, berdzikir dan bersholawat, maka rasa saling percaya tumbuh, kesalahpahaman dapat dihindari, dan semangat untuk berbakti semakin terjaga.
Terbentuknya Ranting GP Ansor Mayanggeneng menjadi babak baru yang penuh harapan. Kini, struktur organisasi semakin lengkap, dan titik-titik pergerakan semakin merata di wilayah Kalitidu. Diharapkan, dengan adanya ranting yang baru ini, dakwah dan pembinaan pemuda di Desa Mayanggeneng akan semakin intensif, semakin luas jangkauannya, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh kyai mustakim memohon keberkahan, kemudahan, dan kekuatan untuk seluruh jajaran PAC GP Ansor Kalitidu, khususnya pengurus baru Ranting Mayanggeneng, agar dapat menjalankan amanah dengan jujur, amanah, dan penuh semangat hingga ke masa mendatang. Semoga langkah-langkah kecil yang dilakukan di Masjid Baiturrahman ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menjadi cahaya yang menerangi kampung halaman, dan menjadi bukti bahwa selama niat tulus dan persaudaraan dijaga, pergerakan dakwah pemuda Ansor tidak akan pernah padam.
